Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Padang Pariaman Lanjutkan Koordinasi dengan SMA untuk Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Demokrasi Pemilih Pemula

Hari Kedua Pelaksanaan Koordinasi Ke sekolah di Kabupaten Padang Pariaman

Hari Kedua Pelaksanaan Koordinasi Ke sekolah di Kabupaten Padang Pariaman 

Padang Pariaman,– Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman kembali melaksanakan koordinasi ke Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Padang Pariaman dalam rangka sosialisasi dan penguatan sinergi pengawasan partisipatif serta pemutakhiran data pemilih berkelanjutan bersama pemilih pemula. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (5/6/2026) ini merupakan lanjutan dari rangkaian koordinasi yang telah dimulai sehari sebelumnya sebagai bagian dari upaya memperkuat partisipasi generasi muda dalam kehidupan demokrasi.

Pelaksanaan koordinasi pada hari kedua ini dilakukan untuk menjangkau sekolah-sekolah yang belum sempat dikunjungi pada kegiatan sebelumnya. Mengingat luas wilayah Kabupaten Padang Pariaman serta sebaran sekolah yang berada di berbagai kecamatan, Bawaslu Padang Pariaman membagi pelaksanaan kegiatan dalam beberapa tahap agar proses sosialisasi dan koordinasi dapat berjalan secara optimal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan lembaga pendidikan sebagai mitra strategis dalam penguatan demokrasi. Generasi muda, khususnya peserta didik yang akan memasuki usia pemilih, merupakan kelompok yang memiliki peran penting dalam menentukan arah demokrasi di masa depan. Oleh karena itu, penguatan pemahaman mengenai kepemiluan, pengawasan partisipatif, dan pentingnya data pemilih yang akurat menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut.

Melalui koordinasi yang dilakukan, Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman menyampaikan rencana kerja sama yang nantinya akan diwujudkan dalam bentuk nota kesepahaman bersama antara Bawaslu dan sekolah menengah atas yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman. Dalam pelaksanaannya, akan dipilih satu SMA pada setiap kecamatan sebagai sekolah percontohan dalam program penguatan pengawasan partisipatif dan pendidikan demokrasi.

Dengan demikian, terdapat sebanyak 17 SMA yang akan menjadi mitra strategis Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman dalam pelaksanaan program tersebut. Sekolah-sekolah yang terlibat nantinya diharapkan dapat menjadi pusat edukasi demokrasi sekaligus motor penggerak partisipasi pemilih pemula di lingkungan masing-masing.

Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman memandang bahwa sekolah memiliki posisi yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Selain menjalankan fungsi pendidikan formal, SMA juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat karakter peserta didik, serta membangun kesadaran akan pentingnya keterlibatan dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan bangsa.

Melalui kerja sama yang akan dibangun, kedua belah pihak diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang dimiliki untuk saling mendukung pelaksanaan program-program edukasi kepemiluan. Sinergi ini juga menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan pengawasan partisipatif hingga ke lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya membangun budaya demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.

Selain penguatan pengawasan partisipatif, program ini juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Keberadaan data pemilih yang akurat dan mutakhir menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. Melalui keterlibatan sekolah, informasi terkait pemilih pemula dapat diperoleh dengan lebih baik sehingga mendukung terciptanya data pemilih yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam pelaksanaannya, Bawaslu juga mengajak peserta didik, tenaga pendidik, dan seluruh warga sekolah untuk lebih memahami peran mereka dalam menjaga kualitas demokrasi. Pengawasan partisipatif bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Melalui berbagai program edukasi yang akan dilaksanakan, peserta didik diharapkan mampu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta memiliki kesadaran untuk turut menjaga integritas proses demokrasi. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam menciptakan demokrasi yang lebih baik.

Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman meyakini bahwa penguatan demokrasi harus dimulai dari pendidikan. Sekolah menjadi ruang yang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, partisipasi, dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kolaborasi antara Bawaslu dan dunia pendidikan menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda yang sadar demokrasi dan memiliki integritas.

Melalui kegiatan koordinasi yang berlanjut hingga hari kedua ini, Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu dan pemilihan. Kerja sama yang dibangun bersama sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan demokrasi di lingkungan pendidikan serta mendorong keterlibatan aktif peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam pengawasan partisipatif.

Ke depan, program ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan antara penyelenggara pemilu dan lembaga pendidikan. Dengan dukungan seluruh pihak, budaya demokrasi yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda sebagai fondasi penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan berkelanjutan.

 

Penulis dan Foto : Humas