Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Padang Pariaman Lanjutkan Hari Ketiga Koordinasi dengan SMA untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif dan Pemilih Pemula

Hari Ketiga, Bawaslu Padang Pariaman Lanjutkan Koordinasi dengan SMA untuk Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Demokrasi Pemilih Pemula

Hari Ketiga, Bawaslu Padang Pariaman Lanjutkan Koordinasi dengan SMA untuk Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Demokrasi Pemilih Pemula

Padang Pariaman,– Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman kembali melaksanakan koordinasi ke Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Padang Pariaman dalam rangka sosialisasi serta penguatan sinergi pengawasan partisipatif dan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan bersama pemilih pemula. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (8/6/2026) ini merupakan hari ketiga pelaksanaan koordinasi yang sebelumnya telah dimulai sejak Kamis dan Jumat lalu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman dalam memperluas jangkauan pendidikan demokrasi serta membangun partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. Melalui pendekatan langsung ke lingkungan sekolah, Bawaslu berupaya membangun pemahaman yang lebih kuat terkait pentingnya pengawasan partisipatif dan akurasi data pemilih sebagai fondasi utama demokrasi yang berkualitas.

Pada dua hari pelaksanaan sebelumnya, Bawaslu telah berhasil menjangkau sejumlah sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman. Namun, mengingat luas wilayah serta lokasi sekolah yang cukup beragam, kegiatan koordinasi dilanjutkan pada hari ketiga untuk memastikan seluruh target sekolah yang telah ditetapkan dapat dikunjungi dan memperoleh informasi yang sama terkait program kerja sama yang akan dibangun.

Koordinasi ini merupakan langkah awal dalam membangun kolaborasi strategis antara Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman dengan lembaga pendidikan tingkat menengah atas. Kerja sama tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman bersama antara Bawaslu dan sekolah-sekolah yang menjadi mitra pelaksanaan program.

Dalam pelaksanaannya, Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman menetapkan satu SMA pada setiap kecamatan sebagai sekolah percontohan. Dengan demikian, terdapat sebanyak 17 SMA yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman yang akan menjadi bagian dari program penguatan pengawasan partisipatif dan pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula.

Pemilihan sekolah sebagai mitra strategis bukan tanpa alasan. SMA merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter, wawasan kebangsaan, serta pemahaman demokrasi generasi muda. Selain menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, sekolah juga berfungsi sebagai ruang pembinaan yang mampu menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, partisipasi, integritas, dan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Melalui kerja sama yang akan dibangun, kedua belah pihak diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk saling mendukung dalam berbagai kegiatan edukasi kepemiluan. Kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman peserta didik mengenai demokrasi, tetapi juga pada penguatan peran mereka sebagai pemilih pemula yang cerdas dan bertanggung jawab.

Selain penguatan pengawasan partisipatif, program ini juga memiliki tujuan untuk mendukung pelaksanaan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Sekolah menjadi salah satu sumber informasi yang strategis dalam mendukung pendataan pemilih pemula, sehingga keberadaan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkualitas dapat terus terjaga menjelang pelaksanaan pemilu dan pemilihan yang akan datang.

Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman memandang bahwa keterlibatan generasi muda dalam proses demokrasi harus dibangun sejak dini. Pemilih pemula tidak hanya menjadi kelompok pemilih yang memiliki jumlah signifikan, tetapi juga merupakan generasi penerus yang akan menentukan arah demokrasi Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, peningkatan literasi demokrasi dan kepemiluan menjadi langkah penting yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan koordinasi tersebut, Bawaslu juga menyampaikan pentingnya peran peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam mendukung pengawasan partisipatif. Pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tugas penyelenggara, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Melalui program kerja sama ini, diharapkan lahir berbagai kegiatan yang mampu mendorong tumbuhnya budaya demokrasi yang sehat di lingkungan sekolah. Peserta didik diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan nilai-nilai demokrasi, meningkatkan kesadaran hukum, serta berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas proses demokrasi di lingkungan masing-masing.

Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman meyakini bahwa penguatan demokrasi yang berkelanjutan harus dimulai dari pendidikan. Dengan memberikan pemahaman yang baik kepada generasi muda mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, diharapkan akan tumbuh generasi yang tidak hanya aktif menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memiliki kepedulian untuk ikut mengawasi jalannya demokrasi.

Melalui pelaksanaan koordinasi yang memasuki hari ketiga ini, Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif. Dengan dukungan sekolah, peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, diharapkan budaya demokrasi yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab dapat terus berkembang demi mewujudkan demokrasi yang semakin berkualitas di Kabupaten Padang Pariaman dan Indonesia pada umumnya.

 

Penulis dan Foto : Humas