Bacarito Pengawasan : Saat Ulama dan Pengawas Bicara Demokrasi
|
Padang Pariaman— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Padang Pariaman menggandeng tokoh ulama dalam upaya memperkuat wawasan demokrasi dan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (7/5/2026) dengan menghadirkan Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Padang Pariaman, Syalul Munal, dalam sebuah perbincangan mengenai demokrasi dan pengawasan partisipatif.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Bawaslu Padang Pariaman dalam membangun pendekatan pengawasan yang lebih inklusif dengan melibatkan tokoh agama sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Kehadiran ulama dinilai memiliki peran besar dalam memberikan pemahaman moral dan nilai-nilai kebangsaan yang dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga demokrasi.
Dalam suasana diskusi yang hangat dan dialogis, berbagai pandangan mengenai demokrasi, tanggung jawab sosial, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu dibahas secara mendalam. Melalui pendekatan yang lebih humanis dan bernuansa kebangsaan, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat bahwa demokrasi bukan hanya persoalan politik, tetapi juga menyangkut nilai tanggung jawab bersama.
Ketua Nahdlatul Ulama Padang Pariaman, Syalul Munal, dalam penyampaiannya mengibaratkan demokrasi sebagai sebuah rumah bersama yang tidak cukup hanya dibangun, tetapi juga harus dijaga agar tetap kokoh. Menurutnya, demokrasi akan berjalan dengan baik apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga nilai kejujuran, keadilan, dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menegaskan bahwa menjaga demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu semata, tetapi juga merupakan kewajiban bersama seluruh masyarakat. Peran aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya demokrasi menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Dalam diskusi tersebut juga disampaikan bahwa suara rakyat memiliki nilai yang sangat penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Oleh sebab itu, setiap suara harus dijaga dengan baik agar tidak dicederai oleh praktik-praktik yang dapat merusak kualitas demokrasi, seperti politik uang, penyebaran informasi yang menyesatkan, maupun tindakan lain yang bertentangan dengan prinsip demokrasi.
Bawaslu Padang Pariaman menilai bahwa keterlibatan tokoh agama dalam diskusi demokrasi memiliki pengaruh yang besar dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Ulama tidak hanya menjadi panutan dalam aspek keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan moral yang mampu memperkuat nilai integritas dan tanggung jawab sosial.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berupaya membangun pengawasan partisipatif yang lebih luas dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan. Pengawasan partisipatif dinilai penting karena pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan hanya oleh lembaga pengawas, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat.
Selain memperkuat wawasan demokrasi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bahwa demokrasi yang sehat harus dibangun di atas nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Ketika masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga demokrasi, maka potensi terjadinya pelanggaran dan konflik dapat diminimalisir.
Bawaslu Padang Pariaman berharap melalui diskusi seperti ini, masyarakat semakin memahami bahwa menjaga demokrasi merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial yang harus dilakukan bersama-sama. Kesadaran tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya budaya politik yang lebih sehat dan berintegritas di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pendekatan edukatif yang dilakukan Bawaslu dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui dialog dan diskusi yang terbuka, nilai-nilai demokrasi dapat disampaikan dengan lebih mudah dipahami dan diterima oleh berbagai kalangan.
Dengan menggandeng tokoh ulama dalam perbincangan demokrasi ini, Bawaslu Padang Pariaman berharap semangat menjaga demokrasi dapat tumbuh lebih kuat di tengah masyarakat. Sebab, demokrasi yang dijaga bersama akan melahirkan masa depan yang lebih baik, adil, dan bermartabat bagi seluruh masyarakat.
penulis dan foto : humas