Bawaslu Padang Pariaman Ajak Gen-Z Jadi Pemilih Cerdas melalui Konsolidasi Demokrasi di SMKN 1 Enam Lingkung
|
Padang Pariaman— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama siswa SMK Negeri 1 Enam Lingkung, Kamis (20/8/2026). Mengangkat tema “Demokrasi di Tangan Gen-Z”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan diskusi bagi generasi muda untuk memahami nilai-nilai demokrasi, pentingnya partisipasi masyarakat, serta peran generasi muda dalam menjaga demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Enam Lingkung tersebut diikuti sekitar 134 siswa dan menghadirkan Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Khadafi, Ketua Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman Azwar Mardin beserta jajaran, Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman, jajaran staf Bawaslu serta Kepala SMK Negeri 1 Enam Lingkung beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman, Azwar Mardin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya Bawaslu dalam memberikan pendidikan demokrasi kepada generasi muda. Menurutnya, pemahaman mengenai konsep dasar Pemilu menjadi penting bagi para siswa yang nantinya akan menjadi pemilih pada Pemilu 2029.
“Dengan pengetahuan yang baik, generasi muda diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, politik uang, ujaran kebencian maupun informasi yang menyesatkan, serta mampu menentukan pilihan berdasarkan informasi yang benar dan objektif,” ujar Azwar.
Sementara itu, Muhammad Khadafi dalam materinya menekankan bahwa demokrasi bukan hanya mengenai proses memilih pemimpin, tetapi juga membutuhkan partisipasi, tanggung jawab, kejujuran dan kepedulian masyarakat. Sebagai generasi yang dekat dengan teknologi dan media sosial, Gen-Z memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ia mengajak para siswa untuk menjadi generasi yang kritis dalam menyaring informasi, tidak mudah mempercayai berita yang belum terbukti kebenarannya, serta berani menolak praktik yang dapat merusak demokrasi, termasuk politik uang. Pemilih, kata Khadafi, perlu menentukan pilihan berdasarkan visi, misi, program, kemampuan dan rekam jejak calon, bukan karena pemberian atau imbalan tertentu.
Selain materi kepemiluan, kegiatan juga diisi dengan materi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air yang disampaikan Dona Kristina, S.Pd., serta materi bijak menggunakan media sosial oleh Rico Fajri Rahmat, S.Kom. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menghargai keberagaman, menjaga persatuan, menaati aturan, serta menggunakan media sosial secara cerdas dan bertanggung jawab.
Antusiasme siswa dan guru terlihat selama kegiatan berlangsung. Selain mengikuti paparan materi, peserta juga terlibat aktif dalam sesi kuis pada setiap materi yang disampaikan. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menguji sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap materi demokrasi, wawasan kebangsaan dan penggunaan media sosial secara bijak.
Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman mendorong generasi muda, khususnya pemilih pemula, untuk mengambil bagian dalam kehidupan demokrasi secara positif, kritis dan bertanggung jawab. Gen-Z diharapkan mampu menggunakan hak pilih secara bijak serta turut menjaga kualitas penyelenggaraan Pemilu 2029 yang jujur, adil dan berintegritas.
penulis dan foto : humas