Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Pegawai Negeri Sipil Serta Pengangkatan Pertama Dalam Jabatan Fungsional Di Lingkungan Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman
|
Padang Pariaman— Sebanyak tiga orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Padang Pariaman mengikuti Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Pegawai Negeri Sipil serta Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan pelantikan tersebut dilaksanakan secara hybrid dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu Republik Indonesia, Ferdinand Eskol Sirait.
Tiga CPNS yang berasal dari Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman mengikuti prosesi pelantikan secara daring melalui Zoom Meeting yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Provinsi Sumatera Barat. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi para aparatur yang secara resmi mengemban status sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Bawaslu RI.
Kegiatan pelantikan turut dihadiri oleh Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, serta jajaran pimpinan dan sekretariat Bawaslu dari berbagai daerah di Indonesia. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan kelembagaan sekaligus upaya membangun sumber daya manusia pengawas pemilu yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pengawasan demokrasi.
Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ferdinand Eskol Sirait, menyampaikan berbagai pesan dan nasihat kepada para pegawai yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa menjadi aparatur sipil negara di lingkungan Bawaslu bukan hanya tentang status dan jabatan, tetapi juga tentang tanggung jawab moral, integritas, serta komitmen dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ferdinand mengingatkan para pegawai yang baru dilantik agar senantiasa menjaga kewarasan dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tantangan kerja sebagai penyelenggara pemilu cukup kompleks sehingga diperlukan kemampuan untuk menjaga keseimbangan emosional dan mental dalam bekerja.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar para pegawai tidak membandingkan diri dengan aparatur sipil negara di lembaga lain. Setiap lembaga memiliki karakteristik, tantangan, dan dinamika kerja masing-masing, sehingga setiap pegawai harus mampu menjalankan tugas dengan rasa syukur dan penuh tanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Ferdinand juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan para pegawai agar tidak terlibat dengan praktik pinjaman online yang dapat menimbulkan persoalan finansial dan berdampak terhadap profesionalitas kerja.
Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal Bawaslu RI menyampaikan bahwa adab harus ditempatkan di atas ilmu. Menurutnya, kemampuan dan pengetahuan yang baik harus diiringi dengan sikap, etika, serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai profesionalitas sebagai aparatur negara.
Ia juga meminta para pegawai untuk menerima penempatan tugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Selain itu, pegawai yang baru dilantik diharapkan mampu belajar dari para senior yang memiliki pengalaman dan rekam jejak baik dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.
Sementara itu, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, dalam arahannya turut memberikan pesan kepada para pegawai yang baru dilantik agar selalu menjaga hubungan baik dengan pimpinan dan sesama rekan kerja di lingkungan Bawaslu. Menurutnya, komunikasi dan hubungan kerja yang harmonis menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas kelembagaan.
Rahmat Bagja juga menekankan pentingnya menjaga etika pergaulan sebagai bagian dari profesionalitas aparatur. Pegawai Bawaslu diharapkan mampu menjaga sikap dan perilaku, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Ketua Bawaslu RI turut mengingatkan bahwa saat memasuki tahapan pemilu, pola dan jam kerja akan mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dinamika pekerjaan yang tinggi serta potensi konflik yang muncul selama tahapan pemilu menuntut setiap pegawai untuk memiliki kesabaran dan kemampuan mengelola emosi dengan baik.
Selain itu, Rahmat Bagja menegaskan bahwa seluruh penyelenggara pemilu merupakan subjek etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Oleh sebab itu, setiap aparatur Bawaslu harus berhati-hati dalam bertindak dan menjalankan tugas agar senantiasa menjaga marwah serta integritas lembaga.
Pelantikan ini menjadi awal perjalanan baru bagi para pegawai yang telah resmi diangkat sebagai PNS di lingkungan Bawaslu RI. Amanah yang diberikan diharapkan mampu dijalankan dengan penuh dedikasi, profesionalitas, dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi.
Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman menyambut baik pelantikan tersebut sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia kelembagaan. Kehadiran pegawai yang profesional dan berintegritas dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu yang semakin kompleks di masa mendatang.
Melalui pelantikan ini, diharapkan para pegawai yang baru diangkat dapat menjalankan tugas secara maksimal, menjaga etika dan integritas, serta terus meningkatkan kapasitas diri dalam mendukung penguatan kelembagaan Bawaslu menuju Pemilu Tahun 2029 yang profesional, demokratis, dan berintegritas.